Apa itu Pendidikan Sentra?
Beyond Center and Circle Time (BCCT) merupakan metode penyelenggaraan PAUD yang berpusat pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra bermain dan pada saat anak berada dalam lingkaran untuk diberikan pijakan-pijakan oleh guru yang dalam hal ini berfungsi sebagai fasilitator.
Metode Sentra atau BCCT dirancang untuk memenuhi kebutuhan tiga jenis main sebagai modal belajar anak usia dini. Ketiga jenis main yang dibutuhkan anak usia dini itu adalah main sensorimotor, main pembangunan, dan main peran (Sara Smilansky, 1992, dan Charles H. Wolfgang, 1991). Pemenuhan kebutuhan ketiga jenis main dijalankan secara terpadu dan terukur sesuai dengan tahap-tahap perkembangan anak. Ketiga jenis main itu disediakan di Sentra-Sentra.
Ruang Lingkup Sentra
Bila dilihat secara fisik, Sentra-Sentra merupakan unit-unit arena bermain yang berisi bermacam-macam alat permainan edukatif (APE). Dalam konsep murni, kebutuhan tiga jenis main dipenuhi di Sentra Bahan Alam, Sentra Persiapan, Sentra Main Peran Kecil, Sentra Main Peran Besar, Sentra Seni, dan Sentra Balok. Dan khusus di Sekolah Embriyo Inspirator, lingkup sentra disempurnakan dan dilengkapi lagi dengan adanya Sentra Imtaq, sehingga tujuan pembelajaran tidak saja berorientasi didunia saja, akan tetapi juga untuk melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa. Insya Allah.
Implementasi Sistem Sentra
Setiap hari, setiap guru Sentra di Sekolah Embriyo Inspirator menyediakan rangkaian aktivitas main selama satu hari belajar bagi anak-anak. Rangkaian aktivitas itu harus direncanakan dengan matang agar dapat memfasilitasi proses pembangunan kemampuan anak secara menyeluruh sesuai dengan tahap-tahap perekembangannya. Pembangunan kemampuan itu mencakup 7 aspek curricular domain, yaitu psikomotor, afeksi, kognisi, sosial, bahasa, aestetika, dan imtak.
Dalam merencanakan pengalaman main, guru memperhatikan dengan teliti kecukupan jumlah aktivitas main (densitas) dan lama proses bermain (intensitas). Pengalaman-pengalaman main dirancang dalam rangka mendukung anak melalui tahap-tahap perkembangannya secara sehat dan lancar. Penerapan rencana guru dalam kegiatan Sentra dimulai dari penataan lingkungan main yang memperhatikan dengan cermat masalah keamanan, kenyamanan dan kelancaran bermain bagi anak.
Selama anak bekerja atau beraktivitas, guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator yang memberi pijakan-pijakan (scaffolding) sebelum main, saat main, dan sesudah main. Dengan demikian, bentuk aktivitas guru adalah indirect teaching. Dalam fungsi ini, guru harus cermat memutuskan kapan saat yang tepat, dalam situasi seperti apa, dan seberapa jauh melibatkan diri atau memberikan feedback pada proses kerja anak.
